pekik suara jangkrik
berbisik setiap detik
saat biru langit lambat laun menjadi gelap
hingga tinggalah sang rembulan dengan cayanya
pekik suara jangkrik
berbisik setiap detik
ketika kelam telah menyelimuti hari
ketika terang telah terusir gelap
saat hangat menjadi dingin
pekik suara jangkrik
berbisik setiap detik
saat gaduh tak lagi riuh
saat suara tanpa terdengar nada
tinggalah gundah gulana
setiap detik
terdengar pekik suara jangkrik
tanpa terusik
wadah dimana ku bisa melakukan semua nya,welcome to my little world
Sunday, January 30, 2011
Friday, January 28, 2011
kekuatan cinta
ketika cinta memanggil
maka dekatilah ia walau jalan nya terjal dan berliku
jika cinta memeluk mu
maka dekap lah ia walau pedang di sela-sela
sayap nya melukai mu
ART is my life
dunia satu ini memang sangat menarik,dengan sangat leluasa seseorang dapat mengekspresikan semua hal yang dia ingin kan baik secara gerak laku dan bicara
SENI itu lah yang ku maksut atau dalam bahasa inggris orang menyebut ART
selain dunia sastra yang menawan aku juga sangat tertarik dalam dunia seni,banyak cabang kegiatan seni mulai dari teater,tari,musik,gamelan dan banyak yang lain nya
ketertarikan ku dalam dunia seni bermula ketika aku mulai menjajagi langkah ku di sekolah menengah atas dalam kegiatan extra kulikuler yang diadakan di tempat ku menimba ilmu.
dalam kegiatan itu aku masuk dalam komunitas teater yang menjadi kegiatan extra di sekolah
masih sangat awam ku di dunia seni peran sama seperti ku mendalami seni sastra yang juga sedang ku pelajari lebih dalam
dari kegiatan teater itu lah bisa di katakan sedikit demi sedikit aku mulai mengepakan sayap pembelajaran dan dapat malang melintang mengenal lebih dalam dan detail dengan yang namanya seni terutama seni peran atau teater pengalaman magang di pentas-pentas pun mulai ku dapat baik individu maupun kelompok hingga satu per satu komunitas seni teater mulai ku kenal itu sebagai modal referensi ku.
seni sangat lah luas,atas luas nya seni itulah seseorang akan lebih leluasa mengembangkan apresiasinya dalam bentuk apapun sesuai anggapan seseorang atas seni itu sendiri,maka dari itu aku tetap terus berusaha gara lebih luas wawasan ku tentang seni itu sendiri karna suatu saat nanti dunia ku akan dapat ku wujudkan melalui kegiatan kesenian.
SENI itu lah yang ku maksut atau dalam bahasa inggris orang menyebut ART
selain dunia sastra yang menawan aku juga sangat tertarik dalam dunia seni,banyak cabang kegiatan seni mulai dari teater,tari,musik,gamelan dan banyak yang lain nya
ketertarikan ku dalam dunia seni bermula ketika aku mulai menjajagi langkah ku di sekolah menengah atas dalam kegiatan extra kulikuler yang diadakan di tempat ku menimba ilmu.
dalam kegiatan itu aku masuk dalam komunitas teater yang menjadi kegiatan extra di sekolah
masih sangat awam ku di dunia seni peran sama seperti ku mendalami seni sastra yang juga sedang ku pelajari lebih dalam
dari kegiatan teater itu lah bisa di katakan sedikit demi sedikit aku mulai mengepakan sayap pembelajaran dan dapat malang melintang mengenal lebih dalam dan detail dengan yang namanya seni terutama seni peran atau teater pengalaman magang di pentas-pentas pun mulai ku dapat baik individu maupun kelompok hingga satu per satu komunitas seni teater mulai ku kenal itu sebagai modal referensi ku.
seni sangat lah luas,atas luas nya seni itulah seseorang akan lebih leluasa mengembangkan apresiasinya dalam bentuk apapun sesuai anggapan seseorang atas seni itu sendiri,maka dari itu aku tetap terus berusaha gara lebih luas wawasan ku tentang seni itu sendiri karna suatu saat nanti dunia ku akan dapat ku wujudkan melalui kegiatan kesenian.
Obituari iman
Mungkin aku terlahir sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang yatim piatu, tepat 17 tahun sudah aku diizinkan untuk mengarungi nikmatnya walau selama itu aku belum pernah mendapat belaian hangat ataupun kasih sayang dari seorang ibu dan ayah kandung ku sendiri. Selama 17 tahun aku diasuh oleh mbah sastro, aku tak terlalu paham siapa mbah sastro itu dia buknlah orangtua dari ayah maupun ibu kandungku. Tapi mbah sastro sudah aku anggap sebagai bagian yang sangat penting dalam hidupku, dia sudah seperti orang tua kandungku. Mungkin aku tak begitu mengenal orang tuaku seperti aku mengenal dekat mbah sastro. Mbah sastro adalah kunci segalanya, dia mengetahui segala yang terjadi pada kedua orangtuaku hingga aku dititipkannya. Kisah ini bermula ketika aku belum diperkenankan untuk mengenal kehidupan orang tuaku adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh masyarakat desa, tidak Cuma itu mungkin orangtuaku bisa dikatakan sebagai orang terkaya dan terpandang di desa.
Semua itu terlihat dari segala usaha yang orangtuaku miliki, orang tuaku adalah seorang yang mempunyai banyak usaha yang lebih menonjol adalah dalam hal pertanian, orang tuaku memiliki ratusan hektar lahan pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam beranekaragam hasil bumi meliputi padi, jagung, ketela, dan aneka sayuran. Hamper keseluruhan pekerja yang mengurus lahan pertanian milik orangtuaku adalah warga desa dan bias dikatakan sumber nkehidupan warga desa adalah berkebun dalam perkebunan orangtuaku, mungkin karena itulah orangtuaku sangat disegani dan dihormati karena kedua orangtuaku adalah seorang juragan, tapi aku masih belum tau mengapa selama ini yang aku kenal hanyalah mbah sastro. Ada hal yang mengganjal tentang cerita mbah sastro terhadap ku,sebelum orang tuaku bisa dikatakan sebagai juragan bahkan sebagai orang yang terhormat, ayah ku hanyalah seorang kuli bangunan dan ibu ku adalah seorang buruh cuci, dalam kehidupan orang tua ku susah adalah sebuah keadaan yang mungkin sudah menjadi rutinitas sehari-hari, bahkan untuk mempunyai rumah luas dengan segala fasilitas yang serba modern dan glamor, untuk mendapat sesuap nasi pun kedua orang tuaku harus membanting tulang dan memeras keringat seharian, bahkan terkadang masalah pun tak henti-hentinya datang menerpa orang tua ku.
Ibu ku pernah dipermalukan oleh majikannya di depan umum, dia dipukuli habis-habisan sampai seluruh tubuhnya lebam akibat hempasan-hempasan tangan tak bermoral majikan ibuku. Dia dituduh mencuri uang yang ada dalam saku salah satu pakaian yang ibu ambil untuk dicuci, padahal ibu ku tidak pernah melakukan hal tersebut. Sedangkan ayah ku pernah mengalami suatu musibah hingga dia harus merelakan mata sebelah kirinya buta,itu diakibatkan ketika ayahku sedang berusaha untuk menolong seseorang yang sedang dirampok, dia berusaha menghentikan kejadian itu dengan berkelahi melawan perompok itu, namun apa daya perampok itu melibas belati yang ia pegang dan tepat menggores mata sebelah kirinya hingga ia hanya bisa terkapar berlumuran darah sambil memegangi mata dengan kedua tangannya dan berteriak histeris.
“Aaaaahg…….!!!!! Mataku….!!!!!!!!!”
“pak... Pak.. bapak tidak apa-apa, sekarang kita kerumah sakit saja ya pak.”
Mungkin itu sudah menjadi takdir ayahku, goresan itu mengakibatkan retina ayahku koyak dan ayahku harus mengalami cacat seumur hidup. Tapi setelah keadaan ayahku kembali pulih dia pun kembali menjalani rutinitasnya sebagai kuli.
Selang waktu begitu lama ada perbaikan ekonomi dalam kehidupan orang tuaku, mereka sudah bisa membeli rumah yang begitu besar dan kendaraan yang sangat mewah yang tidak bisa dimiliki oleh seorang kuli bangunan dan buruh cuci seperti orang tuaku. Seiring dengan membaiknya keadaan ekonomi orang tuaku perlahan mereka membeli sebidang tanah dan bertambah menjadi sebuah perkebunan yang luasnya mencapai ratusan hektar dan mereka mampu merekrut ratusan pegawai untuk mengurus perkebunan tersebut.
Awalnya semua berjalan lancer tanpa ada hambatan atau masalah, semua buruh menjalani pekerjaannya dengan tenang dan tentram dan hidup cukup dengan penghasilan yang didapat dari orang tuaku. Tapi itu hanya berselang beberapa bulan, tepatnya kamis malam pak harjo mandor yang mengurusi buruh-buruh orang tuaku tewas diperkebunan, kejadian itu sangat mengenaskan pak harjo terkulai kaku dengan mata melotot dan lidah menjulur keluar serta ada goresan-goresan di leher pak harjo, tapi anehnya tak ada rasa haru yang terpancar di raut wajah kedua orang tuaku mereka hanya bersikap seolah itu hanyalah kejadian kecil yang tidak harus ditangisi, walau saat itu sedang dalam keadaan berkabung namun kedua orang tuaku tidak meliburkan seluruh buruhnya, mereka tetap bekerja seperti biasanya.
Pak Slamet adalah orang yang ditunjuk orang tuaku untuk menggantikan posisi pak harjo sebagai mandor dan mengurus seluruh buruh orang tuaku. Usaha orang tuaku sangat barkembang pesat bahkan penjualan hasil buminya sudah merambah seluruh pasar di pulau jawa. Selang waktu 2 bulan hal yang sama pun terjadi, pak Slamet mandor buruh-buruh orang tuaku tewas mengenaskan di perkebunan tepat hari kamis malam, hari yang sama ketika pak Harjo meninggal. Dan hal yang sama pun ditunjukkan oleh kedua orang tuaku, mereka hanya bersikap sangat dingin tanpa menunjukkan perasaan berduka cita.
Hal mengganjil pun mulai dirasakan para buruh orang tuaku, hingga tidak ada lagi yang mau untuk menjadi mandor, mereka merasa takut bila nasib mereka sama dengan dua mandor orang tuaku yang tewas tanpa ada alasan yang pasti, sebagian buruh pun mengundurkan diri hingga dua bulan kemudian kejadian itupun menimpa ayahku, dia tewas di perkebunan dengan melotot dan lidah menjulur keluar serta ada goresan-goresan dilehernya, sedangkan ibu meninggal 1 minggu setelah kematian ayah karena melahirkanku, ibuku mengalami pendarahan parah hingga kematian merenggut nyawanya.
Maka dari itu aku dirawat oleh mbah sastro salah seorang yang pernah mengabdi kepada orang tuaku. Orang tuaku adalah seseorang yang ingin cepat mendapatkan kekayaan, pesugihan lah yang mereka lakukan agar mereka dapat kaya dengan cepat dengan tumbal mendor para buruh. Itu terlihat di setiap sepeninggal mandornya orang tuaku menaruh sajen ditempat kejadian.
Setelah sepeninggal orang tuaku, aku dirawat oleh mbah sastro. Kini aku sudah dewasa, aku hanya bisa mengambil hikmah dari kisah kedua orang tuaku untuk menjadikanku insan yang lebih baik.
Jalan Harapan
Sudah empat tahun lalu ku meninggalkan maumere flores nusa tenggara timur,hanya bermodalkan selembar tiket perjalanan menggunakan kerimutu (sebuah kapal penumpang) selama tiga hari ku terombang ambing di tengah samudra pasifik.
Tanpa ada tujuan yang terancang jelas di benak pikiranku seolah aku hanya bongkahan tak berguna di buritan,tak seorang pun kukenal setelah kupijaki langkah berpaling dari tanah kelahiran ku aku benar-benar seorang diri.
Surabaya,disalah satu pelabuhan ku transit beberapa saat untuk sejenak menikmati panorama alam yang begitu indah yang Tuhan ciptakan sebelum aku berpaling menuju ibu kota Negara,yang munkin disana aku dapat menemukan satu hal baru,tetapi dalam perjalanan ku munuju Jakarta musibah menikamku,selembar barang berharga itu lenyap dari genggaman ku,aku sangat risau dan sangat takut,aku tidak tau apa yang akan terjadi kepadaku bila tanpa tiket tersebut seolah aku penumpang illegal diatas kapal itu,mungkin aku memang menjadi penumpang illegal.
Karna musibah itulah aku harus besahabat dengan gelang besi yang selalu jadi teman para orang-orang yang sering disebut penjahat bersama oknum keamanan.Aku hanya bisa tertunduk lesu selama benda itu melekat di pergelangan tanganku,benda itu membuat aku bukanlah menjadi seorang yang dianggap polos dan lugu karna benda itu memberikan luka yang masih melekat di pergelangan tangan kanan ku,seolah aku adalah buronan yang lepas dari sebuah rutan.
Selama diatas dek kapal aku menjadi seperti peliharaan yang dibawa majikan.Setelah beberapa waktu telah bergulir ku pijaki dermaga ibu kota Negara dengan suatu keadaan memalukan,aku tak bisa melangkah bebas layaknya seorang pelancong aku diboyong ketempat orang-orang keamanan itu mangkal,bertubi tubi pertanyaan menerpaku karna aku memang di anggap illegal tanpa selembar tiket itu,dengan keadaan yang menunjukan aku bukanlah seorang klepto atau muka seorang bringas aku dilepas tanpa mendapat jeratan hukum,tapi itu bukan akhir dari pederitaan yang akan jadi jalan ceritaku,aku tak bebas dengan pergi melangkah mudah,tapi aku dibuang seperti sampah dan serasa diasingkan oleh oknum itu.
Dari tempat aku dibuang itu aku kehilangan pacu,arahpun tak menentu terkadang angin seakan membawaku untuk menghabiskan sisa langkah-langkah ku.
Dengan kehidupan layaknya seorang penghuni jalanan aku terus mengukir jejak-jejak kaki,menumpangi kendaraan apapun yang bersedia membawaku kemanapun.dengan seperti itulah aku sampai di salah satu kota kecil di jawa tengah,Karanganyar mungkin disitulah aku mempunyai nasib cerah yang dapat kutuliskan disini.disalah satu tempat tinggal orang-orang yang mungkin pupus harapan,panti asuhan karya jasa menjadi tempat menghela nafasku,aku mungkin bisa hidup normal layaknya seorang yang jelas akan nasib nya.
Mulai dari seorang yang tau soal diriku atau yang namanya seorang teman pun mulai ada di kisahku ini. Aku sempat berkenalan dengan Zarnadi dia berasal dari papua,sudah 10 tahun Zarnadi pergi dari tanah kelahiran nya,di usia nya yang sudah kepala tiga zarnadi sangat berharap dia bisa bertemu dengan Samirah anak semata wayang nya yang rela dia tinggalkan untuk mencari istri tercinta yang sudah pergi berpaling meninggalkan nya,dan factor ekonomi yang membuat istri nya pergi meninggalkan nya. Mungkin pekerjaan Zarnadi sebagai pencari nira tidak bisa membuat Rayli istri Zarnadi puas sehingga Rayli tega meninggalkan Zarnadi dan Samirah yang kala itu usia nya baru 1 tahun.
**********
Sudah lebih dari satu bulan aku di karya jasa masalah sudah datang menghampiri ku,aku difitnah telah mencuri uang milik yayasan dan aku pun dipaksa pergi dari tempat yang mungkin bisa disebut ruang harapanku,aku kembali gamang mengukir langkah ku tanpa ada sebuah tujuan,dengan hanya bermodalkan nekat dan nyawa yang masih menyambung hidup ini aku menaiki sebuah kendaraan yang menjadi fasilitas pengantar,dan akupun pergi tanpa arah,kendaraan itu membawaku kesebuah kota yang cukup terkenal.
Yogyakarta,dikota itulah ku bernostalgia seperti waktu ku tinggalkan tanah kelahiranku maumere.Dikota itu ku kembali lagi terombang-ambing dalam sebuah peraduan nasib,sudah beberapa hari kuberjalan dengan sebuah kebingungan sempat ku bersandar di sebuah teras seseorang,dari situlah aku bertemu dengan seseorang yang mungkin melihatku dengan ketulusan hati,aku nyaris tak beda dengan orang yang sudah tidak mempunyai tingkat kesadaran,tapi Hasbie tak melihat ku seperti itu,dia mendekatiku dengan sebuah ketenangan dan senyum yang melekat indah di raut wajahnya tanpa harus berfkir apakah aku seorang yang harus diasingkan dari khalayak umum,dia memberikan segelas air mineral dan menyuruhku untuk meminum nya,dia melihat ku nampak kelelahan seperti orang yang menjadi korban romusa,Hasbie mendekatiku dan berbicara dengan ku seoalah aku adalah teman yang sudah ia kenal lama,dengan sangat ramah tamah dia menanyakan seluk beluk tentang diriku,mulai dari nama,asal ku tinggal sampai tentang sebuah keluarga.
Dia sangat santai ketika dia bercengkrama ramah dengan ku,tanpa memandangku seperti orang yang sudah tak mempunyai tingkat kesadaran,dalam setiap kata yang dia lontarkan kepadaku tak luput dari senyum indah yang selalu terpancar di rona wajah nya,tak terasa berjam-jam waktu ku habiskan dengan Hasbie,dan aku memutuskan untuk kembali mengkir langkah ku.
Ketika aku sudah cukup lama berjalan meninggalkan teras rumah itu tiba-tiba Hasbie berhenti tepat didepan ku dengan kendaraan roda dua nya,dia mengajak aku untuk kembali kerumah nya dan dirumah nya aku di beri selembar pakaian untuk menggantikan pakaian yang sudah lecek dan bau yang sudah lama aku pakai ketika aku harus pergi meninggalkan karya jasa,tidak hanya itu Hasbie pun memberiku bekal roti dan sebotol air mineral serta sejumlah uang yang mungkin bisa aku gunakan untuk naik angkutan umum,bak malaikat hasbie menolongku dia pun mengantarku untuk dapat sampai disebuah tempat pemberetihan kendaraan umum,ditempat itulah saat terakhir ku bertemu dengan Hasbie aku berharap dalam perjalanan ku hingga ku temui sang pencabut nyawa aku dapat bertemu dengan Hasbie-hasbie yang lain,yang mungkin bisa mengisi jalan harapan ku.
Aku adalah Yoseph hendrik Ferdinand yang lahir 17 agustus dua puluh empat tahun silam,aku adalah anak nomor tujuh dari delapan bersaudara,Kurniati sampai Rosnah yang menjadi buah hati Elizabeth mo`ah dan Yoseph maupasar mereka adalah ayah ibu ku.
Mungkin aku akan tetap sayang dan sangat rindu dengan mereka,walau atas apa yang mereka lakukan terhadapku tanpa aku memintanya,aku mungkin dibuang hanya karna factor ekonomi yang menjerat kehidupan di keluarga tercinta ku ini,ayahku hanyalah seorang nelayan pencari kerang yang sangat pas-pasan untuk menyambung hidup,sedangkan ibuku hanyalah seorang pencari kayu di hutan dan dia rela mempertaruhkan nyawa nya masuk kedalam hutan tanpa merisaukan bahwa nyawa sudah menjadi taruhan nya.setelah berpisah ku dengan HSasbie aku terus bejalan dan mungkin akan tetap bejalan sampai habis langkahku berpijak. Dan mungkin ini yang terus kulakukan dan inilah JALAN HARAPAN yang akan mewarnai hidup ku dan aku yakin hidup nan indah masih ada menantiku hingga ku jumpai kematian di ujung perjalananku.
Kado Terakhir untuk Sahabat
selang beberapa saat rani masih merenung dan terdiam ditaman dekat sekolah,dia tak percaya hal itu dapat menimpa diri gadis belia itu…
Dia merasa hidupnya tinggal menunggu hari…
***
waktu yang silih berganti mengingatkannya kepada selvi,sahabat yang selalu menemaninya.dia hanya bisa menangis apabila mengingat masa lalunya bersama selvi,rani sudah menenggapnya sebagai seperti saudaranya sendiri.karna kesalah pahaman ,membuat rani harus dibenci sahabatnya nya itu
***
“hai..se?aku benci ma kamu,ku ngga nyangka kamu tega menusuk aku dari belakang..”(rani hanya dapat terpaku diam) dia tak tau sebab musabab mengapa sahabatnya itu sampai sebegitu marahnya ma dia…”mulai sekarang kamu bukan sahabatku lagi…!!!rani sangat terpukl ketika selvi berkata seperti itu,tanpa dapat mengeluarkan sepatah rani pun ditinggal pergi oleh selvi… dia hanya termenung diam apa yang menyebabkan selvi marah padanya.
Rani benar-benar sedih mengapa cobaan itu datng menimpa dirinya.
“Mengapa…!!!mengapa cobaan ini datang kepadaku.. apakah hanya aku yang pantas menerima ini semua..aku ngga mau,kenapa kau tak adil kepada ku..!!” ditengah derasnya hujan rani hanya bisa menangis,dia merasa tuhan tak adil kepadanya,dia tak sanggup bila harus kehilangan orang yang dia sayangi.
“aww…kepalaku,, karma menahan sakit yang teramat sangat rani pun pingsan ditengah derasnya hujan.
***
ehhg.. dimana aku?kamu jangan banyak bergerak… “Rio..?kata dokter kamu harus banyak istirahat,tadi aku nemuin kamu pingsan dijalan,langsung aja ku bawa kamu ke rumah sakit.
Kenapa kamu bawa aku kesini..?kok kamu ngomongnya gitu.
Hidup ku sudah ngga ada artinya lagi,kenapa tuhan tidak mencabut nyawaku saja,aku ngga sanggup bila harus begini, aku ngga mau kehilangan sahabat ku,aku ngga mau kehilangan orang” yang aku sayangi.sebenarnya apa yang sedang terjadi padamu..?
Kenapa akhir-akhir ini kau jarang terlihat,bahkan kau tak terlihat disekolah(sambil memegang tangan rani)
Ran.. kamu ngga kehilangan seseorng yang kamu sayangi kok.. masih ada aku,janjiku untuk slalu menjagamu,sebenernya apa yang sedang terjadi/kenapa kamu kaya gini..
“aku..” ,,”brakkk..” terdengar suara benda jatuh dibalik pintu, selvi…?
“aku benci sama kamu ran..benci..!!! dengan perasaan kecewa selvi berlari keluar rumah sakit.”selvi tunggu..!!! dengan teruru-buru rani melepas selang infus yang masih tertancap ditangan nya,walau rasa sakit masih menghajar tubuhnya dia pun berlari mengejar selvi,” Ran..tunggu ran.. kamu masih sakit..
tanpa mempedulikan omongan rio.. rani berlari mengejar selvi.
Usaha rani pun terhalang karma tiba-tiba penyakit yang ia idap mulai menggerogoti dan mulai terasa sakit.upayanya sirna sudah dia jatuh pingsan di loby bawah,sekilas dia hanya dapat melihat selvi berlari meninggalkan nya.
Karna peristiwa itu rani harus masuk ruang ICU.kanker yang dideritanya sudah semakin parah,selama masa perawatan hanya ada rio yang merawatnya di rumah sakit,orang tua rani sedang berada diluar negri.
***
dua hari setelah kejadian itu rani pun sadar dari masa kritisnya.
Akhirnyakamu sudah sadar..
“dibawah bantal yang ada di kamarku ada sebuah kotak warna coklat,tolong erikan kotak itu untuk selvi.”aku saying dia..” tanpa disadari itu adalah ucapan yang terakhir yang keluar dari mulut rani. Ran…rani..”sambil menepuk pipi rani” rio hanya bisa terdiam,melihat orang yang dia sayangi sudah tidak bernyawa di hadapan nya. dia masih teringat akan amanat yang rani tinggalkan
***
setelah selesai dari pemakaman,rio pun bergegas menuju kerumah selvi yang belum mengetahui nasib yang di alami sahabatnya itu.
Thok…thok..thok..(setelah beberapa saat)
“kenapa kamu kesini…?sel.. dengarkan aku dulu…
“aku ngga mau danger perkataan mu,cepat pergi dari rumah ku,sembari ingin menuup pintu yang terhalang oleh rio.
“rani sudah meninggal..(susanapun menjadi hening)selvi hanya bisa terdiam mendengar perkataan yang keluar dari mulut rio..
“Apa..? dia sudah pergi,aku hanya ingin mengantarkan kotak ini untukmu(sambil memberi)rani menyuruhku agar kau dapat menerima ini,dia masih sayng ma kamu..
dia menderita penyakit,kanker… penyakit itulah yang selama ini dia rasakan.selvi hanya bisa termenung,tak sepatah kata yang terucap.
***
hanya photo,surat serta mahkota yang terbuat dari daun yang ada dalam kotak itu,dalam surat itu tertulis
“hai vi..?masih ingat sama photo ini ngga..?photo kita waktu di SD,waktu itu kita sedang bikin mahkota dari daun di pekarangan belakang rumah.oia..kapan kamu mau bikinin mahkota buat aku,kamukan janji.. jangan lupa ya?kapan-kapan kita buat sama-sama”
hanya penyesalan yang dia alaminya sekarang,dia merasa sangat bersalah kepada sahabatnya itu.
Keesokan harinya selvi pun datang kepemakaman rani.
“ran.. maafin aku ya…(sambil menangis dan memegang batu nisan yang tertancap di liang lahatnya)aku memang sahabat yang kejam buat kamu,aku hanya dapat bedoa semoga kamu bisa tenang di alam yang memisahkan kita berdua.sambil meletakkan mahkota yang terbuat dari daun..selvi pun pergi dari tempat persemayaman sahabatnya..
Rani sahabatku,ia menderita penyakit kanker stadium 4
Thursday, January 27, 2011
SUARA HATI
mungkin aku hanya sebuah jarum yang terdapat dalam tumpukan jerami
sulit dilihat bahkan tidak mungkin untuk dicari
ataukah aku hanya sehelai rambut yang ada dalam gulungan benang merah
yang tak kasat mata
begitupun tanpa kau sadari aku yang mempunyai cinta kasih untuk mu
sebanyak jerami menindih jarum
bahkan sebanyak benang merah yang menghalangi sehelai rambut jadi tak kasat mata
hanya untuk membawa dalam pangkuan hati
bak pungguk yang rindukan bulan
dan mungkin aku hanya dapat tersenyum kepada silir angin yang membawa harapan harapan hidup ku yang begitu besar
dan ku bisikan dalam hati kecil ku
kan tetap ku jaga perasaan sempurna untuk mu....
sulit dilihat bahkan tidak mungkin untuk dicari
ataukah aku hanya sehelai rambut yang ada dalam gulungan benang merah
yang tak kasat mata
begitupun tanpa kau sadari aku yang mempunyai cinta kasih untuk mu
sebanyak jerami menindih jarum
bahkan sebanyak benang merah yang menghalangi sehelai rambut jadi tak kasat mata
hanya untuk membawa dalam pangkuan hati
bak pungguk yang rindukan bulan
dan mungkin aku hanya dapat tersenyum kepada silir angin yang membawa harapan harapan hidup ku yang begitu besar
dan ku bisikan dalam hati kecil ku
kan tetap ku jaga perasaan sempurna untuk mu....
SAJAK GAMANG
Hilang
aku hilang arah
kaki pun tak menjamah
oh tuhan
biarpun peluh merengkuh
mengingat mu penuh seluruh
tak buyar ku tak gusar
nikmat mu tak mendasar
aku hilang arah
kaki pun tak menjamah
oh tuhan
biarpun peluh merengkuh
mengingat mu penuh seluruh
tak buyar ku tak gusar
nikmat mu tak mendasar
AKU
malam tiba
rerumpuan menjelma
abu pun kian termangu
sembunyi di bawah bilik bambu
sunyi senyap malam kelabu
biar pedih merintih perih
bak rindu pun tertindih debu
akulah diriku
nyaris oto biografi
nama ku novrian sandro,itu belum termasuk nama panjang ku
sandro panggilan akrab ku,aku seorang yg sederhana alias simpel
sastra adalah hal yang aku sukai walaupun aku masih awam dalam dunia kesusastraan
pengen jadi sastrawan yang terkenal seperti marah rusli dkk,karna sastra itu sangat luas
seseorang mampu untuk berbuat apa saja dalam dunia sastra atau dengan menulis
dalam kegiatan seperti itulah akan kuciptakan dunia ku,hal-hal yang ku inginkan dapat ku perbuat sesuka goresan mata pena ku....
sandro panggilan akrab ku,aku seorang yg sederhana alias simpel
sastra adalah hal yang aku sukai walaupun aku masih awam dalam dunia kesusastraan
pengen jadi sastrawan yang terkenal seperti marah rusli dkk,karna sastra itu sangat luas
seseorang mampu untuk berbuat apa saja dalam dunia sastra atau dengan menulis
dalam kegiatan seperti itulah akan kuciptakan dunia ku,hal-hal yang ku inginkan dapat ku perbuat sesuka goresan mata pena ku....
Subscribe to:
Posts (Atom)