Saturday, February 26, 2011

sajak rindu

resah tak berdesah hati ini yang galau
memecah keheningan malam kelabu
angin berhembus sayu
di iringi jutaan linangan air yang jatuh dari langit
membuat malam kian mencekam
gundah gulana tak kian pergi menjauh
tak lenyaplah seiring air-air yang berderai membasahi muka bumi
masih tetap terpuruk dalam kehampaan hati
tak kunjung temui sepercik cahaya
yang mungkin bisa menerangi ruang kosong dalam diri hayati
pikiran melayang kian jauh
meninggalkan raga yang teronggok di sudut ruang sempit tak bercelah
kini telah di ambang batas
antara ketidakpastian hidup
yang menandakan resah gelisah tetap merasuk dalam diri

Wednesday, February 23, 2011

sama tidak sama dengan "sama"

mata ini tak dapat menerawang jauh
tak sama hal nya dengan relung hati
jiwa ku tak selalu selaras dengan keras mulut ini bicara
tujuan ku kadang tak imbang dengan setiap langkah
sudut dan pikiran mengkerut
satu sama lain tak selalu terpaut


hanyalah sebuah konsep
yang berjalan step by step

Wednesday, February 16, 2011

sajak buta

kami tak mengenal siang ataupun malam
tak mengenal gelap terang
putih atau hitam
karna semua bagi kami adalah sama
tak mengenal itu putih entah hitam seperti apa
tak mengenal terang sebab cahaya pun tak nampak
bahkan siang karna matahari pun tak tau rupa bagi kami

Friday, February 4, 2011

Tuhan

waktu ku hidup hanyalah semenjak terbit dan terbenam nya matahari
begitu singkat
dosa yang kuperbuat sepanjang kaki ini menjamah
begitu tak ku ketahui
tuhanku tak lalai menjaga umat nya
malaikat ku tak luput mencatat semua gerak gerik ku

dengan lantunan adzan tuhan menyapa umat nya agar datang kerumah nya
sangat lembut
si kaya pun disapa tuhan dengan pinta si miskin
yang begitu sopan memohon

mungkin tuhan sempat kesal kepada umat nya
yang selalu bangga akan dosa dosa yang di perbuat
dengan kebesaran nya
ia goncang kan bumi ini
ia angkat air laut hingga ke permukaan
ia keluarkan magma dari dalam perut bumi

itu semua agar kita manusia selalu ingat akan tuhan nya